Akad Akad Bathil dalam Jual Beli

Akad Bathil

Barang siapa yang tidak menghiraukan dari jalan mana dia memperolehi makanan (halal atau haram), maka Allah juga tidak akan hiraukan untuk memasukkannya melalui mana-mana pintu neraka.

Sungguh akan datang pada manusia suatu zaman yang pada waktu itu orang tidak memperdulikan lagi harta yang diperolehnya, apakah dari jalan halal atau dari jalan haram.

(Shahih Bukhari, Kitab Al-Buyu’, Bab Qaulil-Lah Azza wa Jalla: “Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu ta’kuluu ar-ribaa” 4: 313, dan Sunan Nasa’i 7: 234, Kitab Al-Buyu’, Bab Ijtinaabi Asy-Syubuhaat fi Al-Kasbi).

Maka ketahuilah bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu di sebabkan tidak meninggalkan sisa riba. QS Al Baqarah 279

Akad Bathil

Akad Bathil
Akad Bathil
  1. Ada 2 Akad dalam 1 Transaksi

Rasulullah SAW telah melarang dua jual beli dalam 1 jual beli (HR Nasa’i, Tirmidzi, al Baihaqi)

Contohnya: leasing

Ternyata leasing itu terdapat 2 akad dalam 1 transaksi. Mari kita telaah lebih dalam lagi di mana letak 2 akad tersebut :

=> Akad yang 1 adalah sewa menyewa

Ini terjadi apabila kredit anda macet, yaitu tidak mampu lagi melanjutkan pembayaran, sehingga kendaraan anda akan di sita oleh pihak dealer.

=> Akad  yang 2 adalah jual beli

Ini terjadi apabila anda rutin membayar angsuran hingga sampai lunas. Maka setelah lunas barang tersebut akan menjadi milik anda sepenuhnya.

Nah dapat di simpulkan di atas bahwa ada 2 akad dalam satu transaksi. Artinya anda mensetujui syarat di atas dalam membeli 1 buah kendaraan. Ini akad bathil yang di larang oleh rasulullah sesuai hadits di atas.

 

  1. Ada dua jual beli dalam 1 jual beli

Ini sering terjadi pada jual beli rumah konvensional. Yaitu adalah ketika membeli rumah secara kredit dengan developer dan bank. Anda membayar DP missal 30% kepada developer, dan sisanya anda bayar pada pihak Bank yang terkait.

Nah ini adalah akad bathil, yaitu anda berakad dengan pihak developer dan berakad juga pada pihak BANK.

 

  1. Jual beli barang yang belum dimiliki

Melanjutkan kasus di nomor 2 di atas yaitu anda berakad dengan pihak BANK. Nah pertanyaanya rumah yang anda beli tersebut miliki siapa? Milik developer kan? Nah maka disini secara tidak langsung pihak bank menjual barang yang belum dimiliki.

Bank adalah lembaga keuangan yang tidak boleh memiliki aset, maka posisi bank dalam transaksi ini adalah sebagai penjual. Padahal rumah tersebut adalah bukan miliki bank tetapi miliki developer.

 

عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِى الرَّجُلُ فَيُرِيدُ مِنِّى الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِى أَفَأَبْتَاعُهُ لَهُ مِنَ السُّوقِ فَقَالَ : لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

 

Dari Hakim bin Hizam, “Beliau berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, ada orang yang mendatangiku. Orang tersebut ingin mengadakan transaksi jual beli, denganku, barang yang belum aku miliki. Bolehkah aku membelikan barang tertentu yang dia inginkan di pasar setelah bertransaksi dengan orang tersebut?’ Kemudian, Nabi bersabda, ‘Janganlah kau menjual barang yang belum kau miliki.‘” (HR. Abu Daud, no. 3505; dinilai sahih oleh Al-Albani)

 

  1. Menggunakan barang yang di transaksikan sebagai jaminan

Misalnya ketika anda membeli kendaraan baik sepeda motor maupun mobil, biasanya kan di jaminkan BPKBnya. Kalau membeli rumah yang di jaminkan adalah sertifikatnya.

Pertanyaannya, BPKB dengan motor itu satu kesatuan apa terpisah?

Bisa kah membeli motor tanpa BPKB? Bisa, tetapi apakah mau?

Maukah membeli BPKB tanpa motor? Tentu kita tidak mau.

Maka BPKB dengan kendaraan baik motor ataupun mobil adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.

Apabila menjaminkan BPKB saat membeli motor, itu sama saja menjaminkan barang yang sedang di beli. Ketika ada barang yang di jaminkan itu artinya nanti akan ada sita menyita. Maka Sita menyita disini adalah bathil karena yang di sita adalah barang yang di transksikan.

Sita menyita ini boleh apabila barang yang di jaminkan itu bukan barang yang sedang di transaksikan. Misalnya beli motor, jaminan surat rumah. Beli mobil, jaminan surat tanah. Ini boleh.

Jadi kalau gak sanggup bayar mobil, maka tanah yang akan di sita, dan mobil tetap jadi milik anda.

Tetapi kalau beli mobil dengan jaminan BPKB nya maka itu Akad BATHIL.

Sebab, kalau anda tidak sanggup bayar, maka mobil tersebut akan di sita. Tidak boleh menjaminkan barang yang di transaksikan.

Ke empat di atas sudah menjelaskan tentang akad bathil yang harus kita hindari karena bertentangan dengan hadits dari Rasulullah. Jika kita beriman maka kita pasti akan berlapang dada menerimanya. Sebab di hati kita sudah ada kecintaan pada rasulullah, sehingga semua aturan yang di bawakannya harus di ikuti. Sementara system perjual belian seperti ini di buat oleh bukan orang muslim. Dan system seperti ini juga banyak yang sudah di beritakan rasulullah jauh dari 1400 th lalu.

Riba dan Sistem Akad Bathil Merajalela saat ini, apakah sudah ada Warning dari rasulullah?

“Menjelang datangnya hari kiamat akan merajalela riba,” (HR: Thabrani sebagaimana termaktub dalam At-Targhib Wat-tarhib karya Al-Mundziri 3:9, dan beliau berkata, “Perawi-perawinya adalah perawi-perawi shahih”)

Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya,” (HR Ibnu Majah, hadits No.2278 dan Sunan Abu Dawud, hadits No.3331; dari Abu Hurairah).

Itulah yang terjadi saat ini…

Sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita berhati hati dalam bertransaksi saat ini, sebab cara cara bathil seperti di atas sudah sangat mendominasi. Hanya sedikit saja yang benar. Orang-orang yang selamat itu adalah orang orang yang berhati-hati dalam berbuat. Ajaran islam semakin asing karena yang bathil banyak di praktekkan dan umat islam tidak pernah memikirkan akan hal tersebut.

Sehingga terjadilah seperti saat ini. Orang-orang muslim banyak terjebak + sulit keluar dari praktek2 bathil seperti di atas. Kecuali kalau anda berkelompok pada orang orang yang menghidupkan sunnah dalam keseharian. Maka tinggal di pemukiman Rumah Syariah adalah solusinya saat ini.

Pastikan anda ikut kelompok orang yang sedikit dan yang benar, agar selamat dari jebakan dunia.. Jazakallah. Afwan kalau ada kesalahan..

You May Also Like

About the Author: Ban

Nama saya ban. Pengelola website properti ini. Saat ini sedang memasarkan produk properti berbasis syariah. Anti Riba, Anti Sita, Anti Denda. Khusus Untuk anda yang ingin tinggal di lingkungan masyarakat yang islami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!